Mendidik Anak laki-laki Anti Patriarki Sejak Dini

Penulis : Amelia ( Ibunda Ajun Tsabata Biraa Ziqina Kelas 5 )

Saya seorang ibu milenial mempunyai anak laki-laki yang saat ini duduk dikelas 5 SD. Pengalaman hidup, membuat saya mendidik anak laki-laki pertama saya menjadi anti patriarki sejak dini.

Sejak usia 2 tahun, saya selalu mengajaknya disetiap pekerjaan rumah, bahkan tak jarang ia turut serta mengerjakan bersama ( walaupun hasilnya menjadi porak-poranda ).

Sampai pada usia 4 – 5 tahun, ia mulai melipat pakaian nya sendiri, kemudian menatanya di lemari khusus miliknya sendiri. Dan setiap saya cuci pakaian, ia turut serta mencuci sendal atau sepatunya bersama di kamar mandi kala itu. ( walau hasilnya belum bersih )

Saya melihatnya senang, ketika anak saya gemar membantu pekerjaan rumah, artinya ia mulai membiasakan diri untuk berfikir bahwa  tidak semua pekerjaan rumah adalah tugas perempuan.

Diusia hampir 6 tahun, saya mulai memberinya tugas rutin harian, dimulai dari membersihkan tempat tidur, mengisi ulang botol minum literan di kulkas, menyapu dan pel lantai teras yang hanya beberapa jengkal itu ( hehe ) hingga mencuci sendal atau sepatunya sendiri.

Ia melakukan setiap tugasnya dengan perasaan senang dan selalu bahagia saat saya berucap “terimakasih anak sholih mama”.

Hal ini berjalan sampai usianya 7 tahun lebih.

Saat anak saya naik kelas 2 SD, saya mendaftarkannya di pesantren Hafizhul Qur’an sumbergede.

Tujuan saya memasukan anak saya ke pesantren di usia dini yaitu untuk mendidiknya secara agama, tanggung jawab, disiplin, mandiri dan mental yang kuat.

Walaupun kali pertama nyantri, perjalanan saya sebagai seorang ibu sangat luar biasa, ada sedikit drama-drama Indonesianya ( hehe ) ditambah bonus cibiran dari beberapa orang  yang menyatakan bahwa saya membuang anak ,memaksa anak menghafal qur’an,  bahkan saya di anggap tidak sayang anak. Allahu Akbar

Alhamdulillah, waktu berjalan dengan cepat dan ternyata cerita itu sudah hampir 4 tahun lalu. kini anak saya sudah duduk dikelas 5 SD, juga menetap di pesantren.

Dipesantren sudah pasti ibadah ,kedisiplinan, dan tanggung jawab adalah prioritas pendidik. Maka hasilnya, setiap kali libur pesantren, anak saya masih menerapkan hal yang sama, bahkan banyak tambahan yang didapat, seperti mengganti sprei, sarung bantal, guling, mencuci alat makan setelah menggunakan nya, juga dapat bonus UTAMA yaitu menjadi penghafal Qur’an sejak dini.

Tidak sedikit orang yang bilang saya lebay, sebab terlalu mengekang anak, mengatur anak dan tidak memberi kebebasan anak bermain HP.

Hal itu karena  saya ingin anak laki-laki saya menjadi bibit yang berkualitas untuk keluarga kecil nya kelak.

Saya ingin ia menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, tidak hanya memerintah perempuan dan menjadikan perempuan seperti budak.

Mengapa??

“Sebab Nabi Muhammad saw saja,menyapu lantai dan mampu menjahit pakaian nya sendiri” Kata bunda dr.Aisyah Dahlan, CHt., CM.NLP

Masa ia hanya orang biasa ,tapi mau seolah menjadi raja.

Hidup itu bukan siapa yang paling tinggi.

Bukan siapa yang paling gengsi.

Tapi siapa yang paling bermanfaat dalam kebaikan dan laki-laki keren itu adalah laki-laki yang memuliakan ibu, istri dan anak-anaknya.

Setiap ibu itu hebat.

Setiap ibu juga luar biasa.

Hanya saja ,beda ibu beda cara mendidik anaknya masing-masing, maka jangan saling menghakimi sesama perempuan.

Semoga setiap anak akan berhasil dan sukses dengan caranya masing-masing. Semangat buat semua ibu hebat.

 

Facebook
X
Pinterest
WhatsApp
Email

12 Responses

  1. Ibu Amelia luar biasa.
    Dia adalah gambaran ibu melinial yang saya kagumi dalam mendidik anak.
    Sehat selalu ibu Amelia. Semoga Allah senantiasa merahmati hidupmu.
    Menjadikanmu ibu yang kelak selalu dibanggakan putra putrimu.
    Bahagia selalu. Aamiin

    1. Masyaa Allah, terimakasih ummu ibrah…
      Semoga Allah senantiasa menjadikan pribadi kita yang lebih baik lagi setiap hari nya…

    2. Masya allah luar biasa ya jdi ibu, mudah2an allah selalu menjaga dan melindungi ibu2 hebat diluar sana..
      Selalu diberi kesabaran dan keikhlasan yg luas untuk membimbing putra dan putrinya ke jalan yg benar dan jalan yg di ridhoi allah swt amin

  2. Masyaallah
    Sangat menginspirasi untuk saya yang memiliki anak laki2
    Yang sekarang berusia hampir 20 bulan

Tinggalkan Balasan ke Ucup Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *