Lampung timur- Komitmen terhadap kebersihan lingkungan dan pendidikan karakter terus diwujudkan oleh Yayasan Bina Ilmu Cendekia melalui pembangunan insinerator atau tempat pembakaran sampah terpadu di lingkungan yayasan. Program ini merupakan hasil kolaborasi seluruh unit pendidikan di bawah naungan yayasan, yaitu SD IT Bina Ilmu, TK IT Bina Ilmu, SMP IT Bina Ilmu, serta Pondok Pesantren Hafizhul Qur’an.
Pembangunan insinerator ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, terintegrasi, dan bertanggung jawab. Selama ini, aktivitas belajar mengajar di setiap unit tentu menghasilkan sampah harian, baik organik maupun nonorganik. Dengan adanya fasilitas terpadu ini, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkontrol di lingkungan sekolah.
Ketua Yayasan Bina Ilmu Cendekia DR. KH. Mahfud, S.Ag,.MH. menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter peduli lingkungan bagi peserta didik. Sabtu, 18/4/2025
“Insinerator ini menjadi langkah nyata kami dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab kepada siswa. Kami ingin anak-anak belajar bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman dan akhlak,” ujarnya.
Insinerator yang dibangun dirancang untuk digunakan secara terjadwal oleh seluruh unit pendidikan. Sampah yang dapat dibakar adalah sampah tertentu yang telah dipilah, sementara sampah yang masih bisa didaur ulang tetap dikelola secara terpisah. Dengan sistem ini, yayasan berharap mampu mengurangi penumpukan sampah dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan nyaman.
Kepala SD IT Bina Ilmu menambahkan bahwa program ini juga akan diintegrasikan dalam pembelajaran, terutama pada materi pendidikan lingkungan hidup dan pembiasaan karakter.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori tentang kebersihan, tetapi langsung melihat dan memahami bagaimana pengelolaan sampah dilakukan secara nyata. Ini menjadi pembelajaran kontekstual yang sangat baik,” jelasnya.
Pembangunan insinerator ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi antarunit di lingkungan Yayasan Bina Ilmu Cendekia. TK, SD, SMP, hingga Pondok Pesantren Hafizhul Qur’an bersatu dalam satu visi: membangun generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Yayasan Bina Ilmu Cendekia berharap dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam mengelola sampah secara mandiri, tertib, dan berkelanjutan, demi terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh warga sekolah.